ITB ( Institut Teknologi Bandung )
Institut Teknologi Bandung (ITB), didirikan pada tanggal 2 Maret 1959.
Kampus utama ITB saat ini merupakan lokasi dari sekolah tinggi teknik
pertama di Indonesia. Walaupun masing-masing institusi pendidikan tinggi
yang mengawali ITB memiliki karakteristik dan misi masing-masing,
semuanya memberikan pengaruh dalam perkembangan yang menuju pada
pendirian ITB.
Dan ITB mengikuti lomba Unit Robotika ITB (URO) sebagai wakil dari ITB kembali harumkan nama
almamater di kompetisi robotika tingkat nasional, Kontes Robot Indonesia
(KRI) 2014. Kompetisi tahunan yang bertuan rumah di Universitas Negeri
Yogyakarta ini diadakan pada Selasa-Jumat (24-27/06/2014). ITB berhasil
meraih dua buah piala dalam kompetisi ini, yaitu penghargaan Artistik
Terbaik dan juga Juara Harapan.
KRI tingkat nasional ini diikuti oleh 104 tim yang berasal dari universitas-universitas di Indonesia. Tim-tim tersebut merupakan tim yang berhasil lolos dari tahap seleksi regional. ITB yang sempat meraih gelar Juara Umum di KRI regional II ini berhasil mengirimkan empat tim untuk bertanding, yaitu tim Parivara di kategori Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), tim Dago Hoogeschool di kategori Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI), tim Viva La Ganesha di kategori Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) divisi Berkaki, dan tim Dago Concordia di kategori Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI).
Seluruh
tim ITB berhasil masuk ke babak delapan besar di setiap kategori lomba
yang diikuti. "Untuk tim dari universitas lain, Institut Teknologi
Sepuluh Nopember (ITS) dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS)
masih tetap jadi lawan paling tangguh," jelas ketua URO, Andini Noviana
(Teknik Elektro 2011). Tim Dago Hoogeschool, yang beranggotakan
Primawan Dwi Nugroho (Teknik Elektro 2011), Muhammad Luqman (Teknik
Elektro 2011), Hannan Prasasta Widyadana (Fisika 2011), Imre Nagi
(Teknik Elektro 2010), dan Wahyu Trisvianto (Fisika 2012), berhasil
lolos ke babak perempat final dan memenangkan piala Juara Harapan untuk
kategori KRSBI. Selain itu, tim Dago Concordia yang beranggotakan Yaqub
Aris Prabowo (Teknik Elektro 2011), Bima Nugraha Sanusi (Teknik Elektro
2011), Sholehhudin Al Ayubi (Fisika 2011), dan Alinda Nur Fitriana
(Teknik Elektro 2012) juga berhasil memenangkan penghargaan Artistik
Terbaik untuk kategori KRSI.
KRI tingkat nasional ini diikuti oleh 104 tim yang berasal dari universitas-universitas di Indonesia. Tim-tim tersebut merupakan tim yang berhasil lolos dari tahap seleksi regional. ITB yang sempat meraih gelar Juara Umum di KRI regional II ini berhasil mengirimkan empat tim untuk bertanding, yaitu tim Parivara di kategori Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), tim Dago Hoogeschool di kategori Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI), tim Viva La Ganesha di kategori Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) divisi Berkaki, dan tim Dago Concordia di kategori Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI).